Selasa, 11 November 2014

Dampak Kecanduan Pornografi terhadap Remaja



                                    Dampak Kecanduan Pornografi terhadap Remaja

Apa itu pornografi?
     Berasal dari bahasa Yunani pornographia yang berarti tulisan atau gambar mengenai pelacur. Kamus Webster mendefinisikan pornografi sebagai “ lukisan tak bermoral yang menghiasi dinding ruangan untuk pesta liar, seperti yang terdapat di Pompei”.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pornografi dirumuskan sebagai : (1) penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi ; (2) bahan bacaan yang sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu birahi / seks.
Ciri-ciri kecanduan pornografi
      Seorang remaja yang kecanduan pornografi tidak  berbeda dengan anak – anak yang lain. Menurut buku sexual recovery ada beberapa ciri seorang mengalami kecanduan pornografi yaitu (a) ketikmampuan untuk menghentikan prilaku kecanduannya, (b) merasa tersinggung atau marah apabila kegiatannya dihentikan , (c) menyembunyikan atau berusaha untuk menjaga rahasia dari semua kegiatan pornografi yang dilakukan , (d) tetap melakukan kegiatan pornografi meski sudah kehilangan hal berharga dalam hidupnya , (e) lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal yang berbau pornografi dibandingkan hal yang lebih penting.
Penyebab kecanduan pornografi
      Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang kecanduan hal – hal berbau pornografi antara lain : (a) lingkungan , dapat mempengaruhi perilaku sesorang dalam bertindak ; (b) rasa ingin tahu, pada umumnya usia remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi ; (c) mudah diakses , dengan adanya jaringan internet dan teknologi yang canggih maka dengan mudah dapat dilihat kapan saja dan dimana saja ; (d) dan lainnya, tidak memiliki kegiatan lainnya.

Dampak pornografi
     Dampak secara fisik.
    Seseorang  yang telah kecanduan  pornografi tidak akan puas hanya dengan melihat saja tetapi akan timbul rasa penasaran untuk mencoba. Apabila sudah mencoba maka aka nada dampak yang ditimbulkan antara lain penularan penyakit seksual , pelecehan seksual , kehamilan diluar nikah , tingkat aborsi yang meningkat (menurut Armando dalam Rukhiyat, 2002). Menurut Kastelman  yang dikutip dari detik.com (2014) pornografi dapat merusak 5 bagian pada otak terutama pada pre frontal cortex(bagian otak yang terletak dibelakang dahi) , anorexia seksual , disfungsi ereksi atau impoten , dan tidak memiliki ketertarikan dengan hubungan seks nyata.
    Dampak psikologis
     Dampak yang ditimbulkan pada psikologis Azzahra (2013) yaitu  (a) cara seseorang akan penuh dengan seks semata , (b) memicu seseorang untuk menjadi boros , (c) sering berbohong ,(d) apabila telah menikah maka akan merusak hubungan seksual dengan pasangannya , (e) merusak hubungan dengan lingkungan sekitarnya , (f) nilai moral yang lama kelamaan akan memudar , (g) mengurangi dayab kerja.

Cara penanganan
     Menurut Rukhiyat (2001) cara penanganan yang tepat adalah dengan memberikan edukasi anak – anak di sekolah supaya sedini mungkin anak – anak dapat menghindari pornografi. Selain pendidikan secara formal , pendidikan agama juga harus dilakukan kepada anak. Bukan hanya dengan pendidikan tetapi lingkungan juga harus berperan dalam hal ini terutama lingkungan keluarga. Dengan memiliki keluarga yang saling mendukung maka kemungkinan anak untuk melihat hal yang berbau pornografi dapat diminimalisir. Yang terakhir adalah mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, contohnya dengan mengikuti ekstrakulikuler sesuai dengan minat.

Kesimpulan
pornografi lebih banyak memiliki efek buruk terhadap fisik dan psikis. Dengan penanganan dan pencegahan yang tepat kecanduan terhadap pornografi dapat dihindarkan. Kelilingi diri dengan aktifitas yang bermanfaat dan positif bagi diri dan lingkungan. Dengan begitu maka akan menghindarkan kecanduan pornografi.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar